HARIANRIAU.CO - Program KB di daerah terpencil di Provinsi Riau berpotensi mengalami kegagalan sebesar 90 persen khususnya penggunaan alat kontrasepsi (Alkon) suntik.
"Kegagalan itu bisa muncul karena minimnya dukungan anggaran dari pemerintah daerah setempat untuk mendanai kegiatan di daerah yang memiliki kendala sulitnya transportasi, jarak tempuh yang cukup jauh dan lainnya," kata Sekretaris BKKBN Perwakilan Provinsi Riau, Mery Elya, di Pekanbaru, Rabu.
Menurut Mery didampingi Kasubdit Bina Kesertaan KB jalur wilayah dan sasaran khusus, Rudi Salman, potensi kegagalan ber-KB bagi pasangan usia subur (Pus) terdapat di Kabupaten Kepulauan Meranti karena terkendala transportasi dan jarak tempuh daerah yang cukup jauh.
Tahun 2018, katanya menyebutkan, Meranti tercecer dari progres peningkatan program KB terkait tidak ada lagi dukungan anggaran dari Pemda setempat.
"Oleh karena itu BKKBN perlu mengintensifkan program peningkatan kesertaan ber-KB bagi pasangan Pus daerah terpencil, untuk mendorong peserta KB baru menjadi peserta KB aktif, serta dalam upaya pengendalian penduduk menekan angka kelahiran," katanya dikutip dari laman antara.
Sementara itu pencapaian target kesertaan ber-KB di enam daerah yang telah menjadi sasaran khusus BKKBN masih bervariasi dengan daerah cakupan di Kabupaten rokan Hilir, Pelalawan, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Indergiri Hilir, Kota Dumai dan Kabupaten Kepaulauan Meranti.
Ia menjelaskan, program kesertaan KB di Kabupaten Rokan Hilir tercatat sudah dua kecamatan yang tuntas, Kabupaten Pelalawan tercatat satu kecamatan sudah tuntas, berikutnya lima kecamatan di Kabupaten Bengkalis juga sudah tuntas, di Kabupaten Inderagiri Hilir sebanyak empat kecamatan sudah tuntas.
Khusus di Kecamatan Kuala Kampar, katanya, pada tahun 2017 tercatat 20 peserta (pria) yang melakukan program vasektomi, namun tahun 2018 belum satupun.
"Pemerintah Kabupaten diharapkan bisa mengalokasikan anggaran untuk menuntaskan target program KB untuk pelayanan daerah dan sasaran khusus, sehingga potensi gagal ber-KB bagi PUS bisa lebih ditekan lagi," katanya.

